GIRSANG VISION : Cerita ini didapat dari Sanina SAMSON GIRSANG (Batam) dan cerita ini layak dibaca dan menarik untuk diambil hikmah yang begitu baik didalam cerita ini. Berikut cerita tersebut :
"KISAH NYATA SEORANG PEMUDA GIRSANG SAMPAI KE TUGU LEHU"
Setelah si pemuda bosan bertanya kesana kemari tentang GIRSANG di Kota Medan (Dia lahir dan Besar di Medan) di putuskanlah berpetualang ke kampung asal orangtuanya di Panei Tongah.
Ternyata di Panei Tongah juga tidak puas atas Informasi yg di peroleh karena sama saja dgn keterangan-keterangan dari yang didapatnya di kota Medan, ada yg bilang bahwa GIRSANG sama dgn Sihombing Lumban Toruan, ada juga yang bilang Marga Purba itu abangnya Marga Girsang.Tapi yg Jelas dari sekian banyak informasi yang di dapatnya, Girsang dari Naga Saribu tidak pernah lepas dari setiap pembicaraan jika sang pemuda mulai bertanya tentang Girsang.
Kemudian di lanjutkanlah petualangannya ke SILIMAKUTA, wajar kita sebut sang pemuda "berpetualang" karena tidak ada kenalan, kerabat atau keluarga yang di TOPOT (ditemui), si pemuda lahir dan besar di Medan dan belum pernah marhuta-huta kemana-mana kecuali kampung orangtuanya di PANE TONGAH dan Bahasa Simalungunnya pun masih marpasir-pasir.
Tetapi karena begitu semangat yang berkobar-kobar dan ingin membuktikan bahwa dirinya GIRSANG, bukan GIRSANG NA LILU, maka sampailah sang pemuda di Seribu Dolog, dari beberapa Tetua Girsang yg di bisa ditemuinya, akhirnya bertemulah si pemuda dengan seorang pengusaha dan Tokoh Girsang yang merupakan pemilik usaha "BINTANG TANI" yang juga seorang TOKOH GIRSANG (siapa namanya yah ?) yang berperan besar dalam pembangunan TUGU GIRSANG di Bukit Lehu, dari beliaulah petunjuk bahwa sudah ada TUGU GIRSANG di Bukit Lehu.
Dari petunjuk yang ada maka berangkatlah sang pemuda melanjutkan perjalanannya ke daerah Dairi, entah bagaimana caranya, tanpa di sengaja sampailah sang pemuda di Sumbul dan setelah sekian lama menunggu kendaraan umum yg menuju ke Bukit Lehu tidak kunjung tiba juga, maka sang pemuda memutuskan untuk "Manapaki" alias jalan kaki (kurang tahu juga berapa jauh jarak manapaki itu, Red).
![]() |
TUGU GIRSANG DI BUKIT LEHU |
yg berhati mulia dan dianggap sebagai utusan sebagai PANUKKUNAN.
Luar biasa dan sulit dipahami secara logika dan juga tidak masuk akal tapi ini nyata terjadi, dalam hati dan pikiran Seorang Pemuda ini, dalam kalimat-kalimat sambutannya pun banyak yg memeluk si pemuda sambil menangis dan haru begitu juga dgn Para Tetua-Tetua yang datang.
Mendapat penjelasan dan alasan dari bapa Lumban Toruan tersebut, semakin berkerutlah dahi si pemuda yang "Bingung Tujuh Keliling", karena si pemuda melakukan perjalanan sampai ke Bukit Lehu ingin "Manukkun" bertanya, tetapi "kenapa saya yang jadi tempat Panukkunon ?". Setelah Para Tetua Girsang ini membawa sang pemuda berkeliling di daerah Bukit Lehu sampai ke Air Bertingkat Tujuh dan Goa yg ada di sekitar Bukit Lehu, diadakanlah semacam ritual "Mamotong Pinahan" sampai "Manuk Na Iatur", dari sekian PROSESI RITUAL tersebut si pemuda ini masih tetap bingung tapi tetap si pemuda tetap mengaku masih dalam keadaan sadar dari awal sampai akhir ritual. Tetapi semua para peserta yang ada menganggap Sang Garama Girsang ini Sudah SOLUK dan tetap Percaya bahwa PEMUDA INI SEBAGAI UTUSAN OPPUNG GIRSANG NA JOLO.
Sewaktu acara makan bersama tiba-tiba hujan turun, tetapi hanya di tempat mereka berkumpul saja sedangkan di luar area mereka makan bersama matahari masih memberikan teriknya dengan sangat panas. Dalam prosesi ritual terakhir di ambillah sebuah Jeruk Purut yg besar, bagus, cantik dan mulus, Atas permintaan Para Tetua-Tetua si pemuda ini dimintakan untuk memotong belah jeruk perut tersebut (Para Tetua ingin mengetahui, apa hasil potongan jeruk purut tersebut dalam penglihatan magis/terawang mereka).
"SONAHA DO NASIAM MAMBAHEN MARSADA GIRSANG SEMANCA NEGARA SEMENTARA LANG SADA PARUHURAN ?"
![]() |
Dibagi ceritakan oleh : SAMSON GIRSANG |
Apapun alasan Si Pemuda Girsang ini, Para Tetua-Tetua dan masyarakat itu tetap percaya bahwa SI PEMUDA tersebut adalah Utusan OPPUNG GIRSANG dan mereka telah mengabadikan namanya di Tugu itu "ANTO GIRSANG" dan kabarnya sampai sekarang mereka kehilangan dan terus mencari-cari di mana keberadaan Si GARAMA GIRSANG PETUALANG itu.
Sepulang dari Petualangannya berceritalah si pemuda tersebut di kampungnya Panei Tongah dan akhirnya diadakan lah kunjungan besar-besaran, Semua KELUARGA BESAR GIRSANG yang ada di daerah PANEI SAMPAI TIGA PAS ke Bukit Lehu, TUGU GIRSANG.
Penutup :
Nasiam Sanina,Orang Tua, Oppung Nami na dihut bani acara ai, sonari sehat-sehat do Si Garama ondi tapi sonari lang be garama tapi doma berkeluarga niombahni sada dope daboru janah rup do Hanami i BATAM Makkais- kais Hagoluhan on.
PESAN SAMSON GIRSANG : @=> All...... Semga kita dapat mengambil arti dan kikmah dari CERITA NYATA ini.
Segala masukan dan koreksi sangat terbuka untuk mengedit artikel ini (open source) yang tentunya dengan data dan fakta serta sumber berita yang akurat sehingga apa yang menjadi koreksi bisa bermanfaat untuk menambah "celah-celah" yang hilang dari sejarah SIMALUNGUN pada umumnya, dan sejarah MARGA/BORU GIRSANG pada khususnya.
Terimakasih GIRSANG VISION- HABONARON DO BONA
0 komentar:
Posting Komentar
No comment is offensive tribe, religion and any individual, Use words and phrases are polite and ethical - Thank you -